Friday, 18 March 2011

DIFABEL DAN KA TIDAK MENYERAH

Thursday, 17 March 2011

Seorang difabel yang malah menyemangati diriku yang normal ini!

Seorang difabel yang malah menyemangati diriku yang normal ini!



Tanggal 16 Maret 2011, Palangka Raya, Indonesia (WIB), hari dimana kampus STMIK tercinta mengadakan Debat Kandidat Calon President dan Wakil President BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) 2010/2011. Alhamdulillah acaranya berjalan dengan lancar. Jujur sebelumnya tidak pernah terbesit dalam benak saya untuk mendaftar untuk menjadi kandidat BEM, kalau menghayal sih pernah saja, “Bagaimana ya kalau saya menjadi President BEM kampus, pasti saya bla bla bla...”, ya, mungkin seperti itulah yang sempat terbesit dalam angan saya, sampai pada suatu hari sebelum debat ini saya ditunjuk oleh pihak BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) untuk menjadi kandidat No. 2 karena kandidat lain tidak mencapai syarat untuk mendaftar menjadi kandidat BEM ini, dan hanya ada satu saja yang berhasil lolos menjadi kandidat BEM ya itu kandidat No. 1.

Jujur, saya bukanlah orang yang terbiasa ngomong di depan publik, saya pemalu, ini kali pertama saya. Sempat sih gugup, dag dig dug seperti bedug rasanya hati ini, hihihiiiii….
Ya, bagaimana tidak, di ruangan debat saya sebagai kandidat duduknya di depan, banyak yang menonoton, bahkan ketua kampus pun hadir untuk meresmikan acara. Tapi mungkin karena sebelum acara telah berdo’a dan meminta kepada-Nya agar acara dapat berjalan dengan lancar, maka gugup itupun perlahan-lahan mulai reda dan syukurlah acaranya berjalan lancar, fyuh….


Pertemuan di dunia maya, tidak lain adalah di Facebook a.k.a (as know as) FB, dan mulai bertukar No. Ponsel a.k.a HP pada suatu malam saat Chatting (ngobrol) di FB. SMS-SMSan, dia baik, dia nyambung, bahkan dia sangat baik, dia mengerti saya, dia mendukung saya, dia memberi semangat kepada saya.
Hingga malam itu kami SMSan masalah remaja, hihihiiii…, apalagi kalau bukan masalah percintaan, biasa, anak muda.


Dia : Gimana debatnya tadi?
Saya : Wah, debat tadi di kampus sangat melelahkan. Dag dig dug rasanya hati ini. Tapi syukurlah berjalan dengan lancar, makasih ya!
Dia : Apa bisa diatasi cadelnya?
Saya : Wah, kalau cadel sih memang sudah dari pabrikan, sudah tidak bisa diedit-edit lagi. Hihihiiiii….
Dia : Hmm…, jago speaking public dong nih! Pasti banyak yang naksir. Kalau ketemu huruf “R” langsung ku cepatin ritmenya, biar gak ketahuan cadelnya. :-)
Saya : Hehe…, justru saya paling gak terbiasa ngomong dan berbicara di depan orang banyak seperti debat ini pun adalah kali pertama saya. Duh, speaking public aja blepotan, ngegombal gak bisa apalagi jago, makanya ku gak pandai cari cewek. Haha…, sesama cadel pikirannya sama, ritmenya dipercepat jika ketemu “R”.
Dia : Berubah dong Yan! Jadi laki-laki macho + romantis, pasti banyak cewek-cewek yang naksir. Hmm…, ku lihat di 4shared mu kamu macho juga tuh, hahaaaa…. Dijadikan awal aja tuh debat tadi, biar lebih jago speaking publicnya!
Saya : Wek? Ahahahaaaa…. Saya akan mengutamakan karir saya, karena saya sadar bahwa saya hidup di kehidupan yang susah, tak berada dan tak mau membuat orang tua saya jadi tambah susah kalau saya kuliahnya tidak benar-benar. Untuk makan sehari-hari saja kadang ngutang dulu. Saya minder (kepikiran). Hee…, terima kasih. Ya, semoga saya tak hanya bisa menulis, tetapi juga bisa dan pandai berbicara.
Dia : Bersyukur aja apa yang ada. Lagian kalau cinta pasti nggak melihat kaya dan miskin. Ya sama dengan keluarga ku, banyak hutang juga. Kata mama sih hidup itu gak nikmat tanpa hutang. Hahahaaaa….
Saya : Iya. Duh tapi saya paling takut sama yang namanya hutang, takut kebawa mati dan gak bisa melunasi. Hmm…, mungkin hanya lewat tulisan saya bisa berbagi dengan yang lain, saya tak punya harta untuk dibagi, tapi saya punya pengetahuan untuk dibagi. Walau saya sadar tidak dibayar atas tulisan saya, tapi itulah pengabdian saya sebagai penulis Blog a.k.a Blogger.
Dia : Haha…. Puitis banget sih. Ya, kita harus berusaha dan berdo’a, terserah Allah yang nentuin segalanya. Tapi ku yakin orang baik seperti kamu gak akan susah nantinya. :-)
Saya : Ahahahaaa…. Terima kasih ya semangat dan dukungannya! :)
Dia : Mau jujur nih, boleh gak? Ya moga-moga aja kamu masih mau berteman dengan ku setelah mengetahui aku yang sebenarnya.
Saya : Ya, silakan!
Dia : Aku sebenarnya seorang difabel (penyandang cacat fisik). Tapi Alhamdulillah sampai sekarang masih bisa kuliah. Dulu waktu daftar di SD dan SMA sering ditolak. Tapi Tuhan Maha Adil. Ya mungkin karena aku sudah lalui berbagai macam hinaan dan cobaan, aku bisa ngasih kamu semangat karena ada orang yang lebih susah dari mu. Maka bersyukurlah!
Saya : (seketika setelah membaca SMS tersebut air mata saya tak bisa terbendung lagi). Hiks…, saya mau berdo’a dan menangis dulu ya sebentar. Andai beberapa organ tubuh saya bisa membuat mu menjadi normal seperti saya, maka akan saya kasihkan organ tersebut untuk mu andai saya besok mati, atau lusa saya mati. Andai kau tak ngasih tau, mungkin saya akan sedikit canggung saat bertemu kamu, tapi kamu telah jujur, maka saya sungguh tak mau melihat kau menderita. Saya kan berusaha tuk menjadi payung mu saat hujan, saya akan menjadi lilin yang menyala untuk mu. Karena kau telah menjadi lilin yang menyala untuk saya selama ini, walau kau tau kau akan meleleh dan habis, tapi itu semua kau korbankan demi menerangi dan memberi semangat untuk saya. Hiks….
Dia : Ahahahaaaa…. Masa cacat fisik bisa sembuh sih? Tapi Alhamdulillah mungkin karena kuasa Tuhan aku bisa lalui semua ini. Aku benci banget sama orang yang selalu mengeluh, padahal masih ada orang yang lebih (bahkan paling) susah darinya.
Saya : (air mata ini seakan demo ingin serentak keluar dari mata ini). Hiks…. Andai suatu hari saya diizinkan-Nya bertemu dengan ilmu pengobatan untuk bisa membuat kamu seperti saya, akan saya jadikan itu sebagai bahan skripsi kuliah saya, akan saya ciptakan teknologi penyembuhnya dan kamulah orang yang paling pertama yang akan saya sembuhkan. Hiks…. (air mata ini sangat kuat dayanya, sekuat-kuat ku menahan, semakin kuat pula air mata ini keluar dan menetes).
Dia : Gak bisa kale…. Aku cacat syaraf motorik, bicara ku gak jelas, tangan ku gak bisa nulis bagus dan kepala ku sering gerak-gerak gitu bila panik. Tapi aku tetap bersyukur.
Saya : Hiks…. (ingin saya menangis sambil berteriak, Tuhaaaaan…, kanapa Engkau jadikan dia seperti itu padahal dia orang yang baik dan pandai bersyukur, tapi hari sudah malam, takut mengganggu orang-orang yang sedang tidur). Teman, saya menangis lagi nih, deras pula tetesannya. Kau tetap semangat ya. Kembangkan dan aplikasikan imajinasi mu! Janganlah kau biarkan layu! I belive you can do it!
Dia : Ahahahaaaa…. Jadi terharu sambil ketawa juga. Thank’s banget ya dah care sama aku. Dan aku lebih senang jadi diri ku sendiri walaupun banyak kekurangannya, dan juga bisa membuka peluang untuk aku lanjut kuliah ke luar, karena memang ada beasiswa bagi para difabel yang berprestasi. Do’ain ya supaya aku bisa ketemu Bill Gates. :-)
Saya : Ya! I believe you can do it, asal terus berusaha ya! Saya pun akan terus berusahan untuk mencari dan sehingga akhirnya bisa membuat teknologi yang bisa membantu mu kelak. Akan saya bantu carikan juga tiket untuk bisa bertemu Mr. Bill Gates. Semoga suatu saat saya bisa mendapatkan kesempatan itu dan akan saya kasih tiket itu ke kamu.


Hiks…. Sungguh tak kuasa saat itu air mata dan air yang keluar dari hidung ini sangat banyak. Sungguh tak saya sangka dia yang selalu memberi saya semangat saat saya butuh, yang mendorong saya dengan semangat saat saya terjatuh, tetapi dia malah tidak lebih kuat dari saya. Hiks…. :’(

Manusia kadang lemah dan butuh semangat. Semangat itu tak hanya datang dari dia yang kita dekat dengan kita seperti pacar dan sebagainya, justru teman adalah sumber semangat yang terdekat untuk kita.

Ingat! Masih ada langit di atas langit, dan masih ada bawah di bawah lapisan bumi!

Kadang saat kita terjerat, terperangkap, hidup kita gelap, buntu, ingin dan terlintas saja pikiran untuk mengakhiri hidup, itu SALAH! Tuhan menciptkan kita untuk hidup saling berdampingan satu sama lain, saling melengkapi kekurangan. Dia yang tak seberdaya kita saja mampu memberi nyawa, semangat hidup, kamu?
Ingat! Saat kita lemah, mintalah dorangan semangat pada teman, jangan sungkan-sungkan, curhat dan cerita lah! Seredup adapun cahaya lilin itu, lihat lah pengorbanannya, ia meleleh dan habis demi menerangi yang memerlukannya. Kadang kita saja yang tidak sadar.


Saat ini saya tidak bisa memberi apa-apa untuk orang yang difabel, mungkin dengan tulisan inilah saya mencoba membuka dan mengetuk hati Anda para pembaca yang budiman agar kiranya bisa untuk melindungi mereka! Mereka lemah, mereka tak stabil saat panik, jangan buat mereka panik, sayangi mereka seperti ibu yang menyayangi anaknya. Biarkan mereka bicara untuk mengungkapkan apa yang dia inginkan, bantulah mereka mewujudkan keinginannya, bantulah mereka dengan dorongan semangat, jadilah obor bagi mereka lilin-lilin kecil! Hiks….







Teruntuk teman ku di sana.

Salam,



Ryan Bekabe


Atau silakan download filenya di : http://www.ziddu.com/download/14228854/orangdifabelyangmalahmenyemangatikuyangnormalini.doc.html