Tuesday, 30 November 2010

Cinta itu Indah, Cinta itu Mudah, So’ Make it Simple!

Suplemen Remaja

Cinta itu Indah, Cinta itu Mudah, So’ Make it Simple!



“Jatuh cinta itu indah”, seperti yang dinyanyikan Baron Soulmate; cinta itu mudah, maksudnya betapa mudahnya seorang manusia remaja jatuh cinta, eits…, selalu saya ingatkan bahwa bukan hanya remaja saja yang mengalami proses jatuh cinta, orang dewasa pun demikian, selama hati di dalam tubuh manusia maka jatuh cinta itu akan bisa terjadi, nah kecuali Android (manusia robot), soalnya robot tidak terdapat komponen yang bernama hati; so’ make it simple, jika jatuh cinta itu mudah (mudah untuk jatuh cinta) maka kenapa harus dipersulit, dipermudah saja. 
Nah, setelah mengenal sedikit tentang pengertian judul tulisan ini, sekarang saatnya berkelana menjelajahi maksud dari judul tulisan ini secara meluas, karena jika tidak ada alasan dari sebuah jawaban maka sebuah jawaban akan menjadi dapat diterima. Berkelana disini maksudnya, kita akan menelusuri alasan-alasan kenapa penulis menulis dengan judul demikian.

Siapa sih yang tidak pernah merasakan jatuh cinta? “Jatuh cinta berjuta rasanya”, ujar Project Pop. Kalau diibaratkan makanan atau minuman mungkin es campur kalah banyak deh rasanya disbanding dengan rasanya cinta. 
Jika sedang jatuh cinta, orang itu mungkin akan merasa kenyang walau seharian tidak makan asal sedang bersama si dia, rasanya makanan sudah masuk dengan sendirinya kedalam perut, berasa makan satu panci. Jika sedang jatuh cinta, orang itu mungkin akan susah tidur kalau tidak atau belum mengucapkan “Selamat malam, selamat tidur, semoga mimpi indah!” baik melalui telepon atau SMS kepada si dia, serasa ada duri yang tersangkut di tenggorokan. (hayo siapa yang berani nyoba melalui telepati?  ). Jika sedang jatuh cinta, orang itu mungkin tidak akan merasakan pedasnya cabe ketika sedang makan bersama si dia, mungkin cabe pun berasa pisang. Jika sedang jatuh cinta, orang itu mungkin tidak akan merasa rugi walaupun harus menguras isi dompet demi si dia, pokoknya asal dia senang, rasanya dunia ini bagaikan surga. Pokoknya cinta itu indah, berjuta rasa deh. 
Jika cinta itu memang demikian adanya, tidakkan salah saya menyebutnya ini ‘candu’? Ya, cinta juga bisa dibilang candu, karena sifatnya yang mampu mempengaruhi alam bawah sadar layaknya hipnotis, yang tentunya korban tidak akan sadar apakah dia sedang dihipnotis atau tidak. Wah, dahsyat juga ya cinta itu, bisa menghipnotis euy…. Seperti lagu ada Band yang berjudul Kuat Dahsyat, “Bila cinta itu datang melegakan hidup, menghangatkan rasa sepi, hingga kegalauan. Kuat dahsyat dan agung nilainya, dia mampu pindahkan gunung besar. Cinta itu awal sebuah kehidupan, cinta tak bisa lengkang oleh waktu. Jangan coba menapiknya, atau menghujatnya! Biarkan mengalir indah, bagai nikmat dunia! Cinta bisa juga buat kita pusing, tapi cinta juga bisa memabukkan jiwa. Namun cinta sangat terasa dengan mencoba membunuhnya.”, wah, pokoknya lagunya bagus deh. 

    Cinta itu mudah, mudah datang, mudah pergi. Cinta itu datang tak dijemput, pulang tak diantar. (wah, seperti mantra Jailangkung saja.  ). Dia bisa datang di sekolah, di kampus, di kantor, di pasar, di tempat nongkrong, di Friendster, di Facebook, YM!, GM, forum, dan lain sebagainya. Nah, jika cinta itu mudah dan sering datang maka akan kah selalu membawa kegembiraan atau malah kesedihan? Kalau cinta terbalas sih tentu akan membawa kegembiraan, tapi kalau sebaliknya, maka nyanyi lagu ada Band lagi saja, “Mestinya telah ku sadari betapa perih cinta tanpa balasmu. Harusnya tak ku paksakan, bila akhirnya kau melukai ku”. Hei, sekarang coba bandingkan, seruan mana antara cinta yang mudah didapat alias mudah terbalas atau lebih seru yang susah terbalas, perlu perjuangan dulu baru perjuangan itu terbalas? Jawaban ada pada diri Anda pribadi, cukup kuatkan jawaban Anda dengan alasan-alasan yang mendukung.

    Make it simple! Hmmm…, tidak jarang cinta membuat orang jadi serba salah, tak mau dan tak bisa menerima cintanya berlayar dari pelabuhan hatinya, sedangkan cintanya telah mendua (mungkin bahkan lebih dua, mentiga dan seterusnya.  ) atau sudah memang tidak bisa lagi untuk bertambat, ini merupakan hal yang serius, yang akan mengakibatkan miss communication antara satu sama lain. Hei, bukan kah saya sudah menyebutkan sebelumnya bahwa cinta itu candu? Nah, cara yang bisa digunakan untuk mewujudkan hal ini jadi sederhana tidak lain dengan ‘lepas dari candu’! Hal ini memang tidak mudah, tapi boleh dicoba lho!
Game, saya memang suka main PS (Play Station), bahkan waktu saya masih MTs (sederajat dengan SMP) saya sempat bolos sekolah lho demi main PS, diajak teman juga sih. Wah sudah tak terhitung habis berapa duit demi main PS. Andai sampai sekarang saya masih candu PS, mungkin saya tidak akan bisa mengisi pulsa, uangnya akan habis untuk menyewa PS. Tapi kadang-kadang saya sempat juga lho kecaduan lagi saat tetangga sebelah memiliki PS dan mengajak saya main, wah kan lumayan main gratis.
Ya, tidak bisa dipungkiri, mungkin sampai saat ini pun saya masih suka main PS, tapi saya bisa berkali-kali lepas dari candu PS itu lho, kalau tidak bisa lepas mungkin saya tidak akan pernah punya waktu untuk menulis. Kalau saya bisa, tentu Anda pun bisa juga lho! Intinya adalah mengisi waktu Anda dengan kegiatan lainnya yang Anda gemari. Hayo, Anda gemar apa? Tidak mungkin dong Anda hanya gemar nonton film saja, atau sinetron saja, atau jalan-jalan saja? Yap! Itulah kuncinya, tinggal diterapkan pada apa yang Anda kehendaki.
    Kalau boleh sedikit curhat nih (banyak juga gak apa ya?!), sebenarnya masa aktif kartu cinta saya periode 03/06/2010 – 23/10/2010 juga memang tidak sesederhana itu, karena dia tidak mau dan tidak akan pernah ingin saya berlabuh dari dermaganya. Mengapa demikian? Karena si dia telah terhipnotis atau terkena candu tadi. Huh…, sungguh berat memang untuk melakukan mind control jarak jauh agak dia bisa merelakan dermaganya kosong, lagi pula saya bukan seorang penghipnotis seperti pesulap atau mentalist di TV-TV. Walaupun demikian saya lebih suka melakukan mind control lewat SMS lho! Soalnya sebelum saya menulis ini saya telah berhasil membujuk teman saja yang sebelumnya tidak mau mengerjakan dan mengumpul tugas kuliahnya karena dianggapnya terlalu rumit untuk kerjakan dan dikumpulkan. Wah tidak sia-sia deh pokoknya saya belajar mind power dari senior saya (terima kasih Ridzky). 
Bukan ilmu yang seperti apa gitu, hanya mencoba masuk dan mengendalikan pikiran orang, sejenis ilmu psikologi, karena saya suka psikologi (ilmu jiwa). Ya sebenarnya sama saja mungkin ya. Karena saya akui saya tidak akan bisa menulis tanpa mengumpulkan sangat banyak daya psikologi.
    Kiranya cukup saja ya curhatan saya, sekarang kita kembali lagi kebahasan inti. Sebenranya maksud saya maksud “Make it simple!” ini ditujukan pada proses putus, atau saya menyebutnya disini sebagai kapal yang berlabuh dari dermaga. Pacar, mungkin sudah menjadi kewajiban bagi para pecinta untuk dijadikan sebagai tempat bergantung. Jika putus dari cintanya rasanya langit mau runtuh dan menimpa seluruh tubuh hingga ke pelosok hati yang paling dalam. “Cinta rela menunggu”, mungkin kah itu undang-undang wajib bagi para wanita pecinta? Wah, kalau memang benar demikian berarti saya harus melakukan mind control juga pada kartu cinta saya periode 03/06/2010 – 23/10/2010. Cinta itu tidak harus menuggu kok jika pada kenyataannya kapalnya sudah menentukan jadwal untuk singgah di dermaga lain saja, dan tidak mau kembali ke dermaga asalnya. Cinta tak bisa dipaksakan dan tak juga harus memaksakan. Biarkanlah cinta itu pergi jikalau memang sudah masanya, kau takkan bisa memaksakannya. Sama halnya kehilangan orang yang paling disayangi, kehilangan untuk selama-lamanya, relakanlah, karena semua apa yang ada di langit dan di bumi ini adalah milik Sang Pencipta, Dia Maha Memiliki. Memang pada kenyataannya merelakan itu hal yang tidak semudah itu bisa dilakukan, tapi sebenarnya bisa dilakukan, kan?!

    Akhir kata, kita adalah makhluk yang diciptakan agar bisa saling mencintai, dicintai, maka syukurilah itu adanya! Cinta itu mudah, maka berusahalah! Jangan biarkan cinta merusak hari-hari mu, namun biarkanlah cinta menyinari dan memberi warna dihari-hari mu!

Say NO to free sex, drug! Say YES to healthy days!

Download PDFnya: http://www.ziddu.com/download/12757266/Cintaituindahcintaitumudahsomakeitsimple.pdf.html

Friday, 12 November 2010

Saturday, 6 November 2010

Aku Memang Tidak Menguasai Segala Hal, Apa Ada Yang Keberatan?

Suplemen Remaja

Aku Memang Tidak Menguasai Segala Hal, Apa Ada Yang Keberatan?



 Manusia diciptakan beragam, ada yang pandai Matematika namun matanya perlu menggunakan kacamata agar dapat melihat dengan jelas dan tubuhnya tak se-berotot temannya yang sering berolahraga, ada juga yang pandai berolahraga sehingga tubuhnya berotot dan dia memiliki postur (tulis: posture; arti: sikap badan, perawakan) tubuh yang bagus, berotot, seksi deh pokoknya. Nah, seandainya saja manusia adalah makhluk kloning dari manusia sebelumnya yang memiliki keahlian atau kebisaan yang sama, dengan perawakan serta bentuk wajah yang sama persis, hanya dibedakan berdasarkan CRC (Cyclic Redudancy Code, hahaha…, memangnya file kali ya pakai CRC segala…. ) apa jadinya coba, mungkin kita akan bosan karena setiap melihat wajah teman maka itulah wajah kita juga, dan itu memang klongingan kita, manusia, haha…, sungguh akan sangat membosankan, bukan? Untunglah Tuhan Maha Bijak atas semua itu, Dia menciptakan kita beragam, baik itu ras, agama, dan sebagainya yang salah satunya yang akan dibahas disini, yaitu talenta, kebisaan, bakat.

 Sebelum kita tiba diperjalanan utama, alangkah baiknya kita melihat pemandangan sekitar dulu, ya?! Maksud saya, kita akan membahas hal-hal yang biasanya ada disekitar remaja, nah, masalah percintaan salah satunya.
“Manfaatkan Keragamanmu Sendiri”, itu lah sub bab yang saya kutip dari ‘buku paling laris sepanjang masa’ yang saya pinjam dari kakak angkat saya di Facebook (hai kak Zaitun, bukunya membuatku kecanduan lho), judulnya adalah “The 7 Habits of Highly Effective Teens” atau kalau dalam bahasa Indonesianya “7 Kebiasaan Remaja yang Sangat Efektif” karya Sean Covey. Sebelum menulis ini, saya telah membaca buku itu hingga pada sub bahasan itu tadi yang saya pikir menarik kalau seandainya saya pajang di web blog saya, atau media apapun itu, agar kiranya bisa dijadikan ‘suplemen’ bagi para remaja. Saya bela-belain membaca buku tebal tentang remaja ini berhari-hari lho, sampai-sampai saya memotong waktu untuk nonton TV, ngoding, menganalisa virus, kencan, kencan dengan komputer sih tapinya, he…, dan menulis tengah malam, karena sebagai seorang mahasiswa, tentu kegiatan itu tidak ada habisnya, kapan lagi kalau tidak tengah malam, kadang-kadang saya suka menyebut ini “Bergerak saat yang lain tertidur lelap”. (haha…, maling kale, pakai semboyan segala, lucu).
 Kecenderungan kita adalah bertanya, Buah yang mana yang paling baik? Jawabannya, Itu pertanyaan tolol.
Hei, sebenarnya saya bukan bermaksud bilang demikian, saya hanya mengutip saja! Bagi saya tidak ada yang tolol dari segala pertanyaan, selama orang itu mau belajar dan kita mampu memberikan pengajaran atau pengetahuan untuknya, why not, dan harus kah ia membeli kepada kita untuk itu, sebenarnya terserah kesepakatan sih, tapi masa sedikit-sedikit bayar, itu namanya pengajar yang tidak ikhlas, hanya mengajarkan jika ia dibayar, wah ilmunya bisa tidak bermanfaat, bahaya itu, tapi kalau sesekali tak apa lah, iya kan?
Kamu seharusnya tidak merasa berkecil hati kalau ada lawan jenis (yang sungguh ingin kamu ajak kencan) tidak mau sama kamu. Mungkin kamu anggur yang paling menggiurkan, tetapi mungkin saja yang ia cari adalah pisang. Dan seberapa ingin pun kamu berubah, kamu tetaplah anggur sementara yang ia inginkan pisang. (Tetapi jangan kuatir. Pasti akan ada yang mencari anggur).
Daripada berusaha berbaur dan menjadi seperti semua orang lainnya, banggalah dan manfaatkanlah semua perbedaan dan kualitasmu yang unik. Salad buah itu enak, justru karena masing-masing buah menjaga rasanya.
 Ought…, tiba–tiba kok saya jadi ngidam salad buah nih. Ada yang punya salad buah? Bagi-bagi dong! Atau cokelat saja deh, yang rasa durian kalau ada!
Nah, dari kutipan tulisan diatas, semoga saja bisa menjadi acuan bagi remaja agar bisa menjadi dirinya sendiri dan tidak mudah patah semangat gara-gara seseorang tidak mau dengannya, ya mungkin saat ini belum ketemu, tapi dunia ini tidak sesempit daun kelor kok, mungkin di luar sana masih banyak yang lain yang mencari pisang, eh bukan, mencari orang seperti Anda maksudnya.
Memang benar sih kata Scorpion – Love Will Keep Us Alive: “Love will keep us alive, Let's make the moment right It's now or never, Love will keep us alive, Even the darkest night Will shine forever, Love will keep us alive, Love will keep us alive, Love, love will keep us alive”, cinta akan membuat kita tetap bertahan (hidup), tapi jangan biarkan cinta pula yang akan membuatmu mati, eits…, jangan pula cinta dijadikan jalan penghubung menuju free sex! Seks itu jauh lebih dari sekedar tubuhmu. Seks juga menyangkut hatimu. Malah, apa yang kamu lakukan dengan seks bisa jadi mempengaruhi citra dirimu dan hubungan-hubunganmu dengan orang lain, lebih dari keputusan lain manapun yang kamu ambil. Renungkanlah…!
 Wah, perjalanan kita kali ini cukup seru ya, sampai membahas tentang seks segala. Nah bagaimana kalau remaja sekalian mengikuti kutipan saya, “Say NO to free sex! Katakan TIDAK pada seks bebas! Seks bebas bisa membuatku 98,2% tertular penyakit kelamin, AIDS, karena penyakit itu sungguh sangat menyiksa dan tiada obatnya. Aku tidak mau terkena penyakit mengerikan itu hanya karena kenikmatan sesaat. Aku tak mau hidupku menjadi bergelimang dosa, maksiat! Aku tidak mau menjadi orang tua yang tidak bertanggungjawab kepada anakku!. Aku tidak mau masuk Neraka!”.
Hmm…, yang namanya Neraka tentu tidak ada yang mau kan? Hayo yang mau masuk Surga tunjuk jari…!

 Sekarang tiba keperjalanan utama. Manusia diciptakan untuk jadi ‘pemenang’, ya, Anda adalah pemenang. Dari sekian banyak ‘pasukan’ yang menyerbu ‘janin’, hanya satu yang berhasil dan boleh terpilih menjadi calon manusia.

 Manusia tidak dilahirkan kedunia dengan begitu saja, dalam keadaan menangis, telanjang, manusia telah dibekali tanlenta, kebisaan untuk bekal hidupnya. Seorang pemain basket boleh saja memiliki tubuh yang bagus, tinggi, namun belum tentu dia pandai menghitung, Matematika, bernyanyi, menulis, atau berbicara. Seorang dengan kacamata tebalnya boleh saja pandai menghitung, Matematika, namun belum tentu dia pandai main basket, baernyanyi, berbicara, berorganisasi. Seorang laki-laki gagah, tampan, mempesona boleh saja, namun belum tentu dia pandai merayu, mungkin suaranya jelek, mungkin dia bau, bodoh, dungu. Seorang wanita cantik, manis, mempesona boleh saja, namun belum tentu dia pandai mengendalikan emosi, berbicara, mungkin suaranya jelek, mungkin dia bau, jorok, suka ngupil disembarang tempat.
 Hei, dapatkah Anda mengambil kesimpulan dari maksud saya diatas? Anda boleh saja gagal dalam UAS (Ujian Akhir Semester) Matematika, bahkan Albert Einstein yang terkenal itu justru gagal dalam Matematika dan dianggap tolol selama bertahun-tahun. Tapi saya yakin Anda bisa dan menguasai suatu bidang yang Anda sukai, merakit komputer misalnya, programming, membuat virus, membuat antivirus, desain grafis, web, membaca, menulis, merayu, dan masih banyak lainnya. (ought…, saya sungguh tidak pandai merayu lho, kalau saya berbicara rasanya mulut ini gagap, apalagi merayu, tetapi kenapa saya bisa lancar ya dalam menulis? he…, tidak perlu tanya kenapa).
 Coba Anda ucapkan 1/1 (satu persatu) apa saja yang Anda bisa atau kuasai……..!
Nah, itulah Anda! Sekarang coba lah lagi ikuti kutipan saya, “Aku memang tidak menguasai segala hal, tapi aku bisa . Dengan bidang yang aku kuasai, aku akan menjadi diriku sendiri, bukan menjadi kloning dari orang lain, aku yakin aku bisa mewujudkan impianku jadi kenyataan dengan bekal telenta, kebisaan yang telah Tuhan anugerahkan untukku. Ya, akan ku yakini dalam hati, ku ucapkan dengan lisan, ku lakukan dengan perbuatan! Aku pasti bisa! Aku pasti bisa! Aku pasti bisa! Apa ada yang keberatan?”.
Akhir kata, “Kembangkan dan aplikasikanlah imajinasimu, Janganlah kau biarkan layu, I believe you can do it!”



Download PDFnya: http://www.ziddu.com/download/12757312/uMemangTidakMenguasaiSegalaHalApaAdaYangKeberatan.pdf.html